Kategori: Pengetahuan

Kerajaan Hindu-Budha Di Indonesia

Kerajaan Hindu-Budha Di Indonesia

Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia – Sebelum merdeka, Indonesia adalah negara yang terdiri dari kerajaan-kerajaan dengan berlatarbelakang agama dan aliran. Salah satuna Kerajaan Hindu Budha. Kerajaan Hindu Budha di Indonesia jadi salah satu yang terkuat.

Sejarah nusantara pada zaman kerajaan Hindu Buddha berkembang karena adanya hubungan dagang di wilayah Nusantara dengan sejumlah negara luar. Diantaranya India, Tiongkok dan negara-negara di wilayah Timur Tengah.

Hindu masuk ke Indonesia pada periode tarikh Masehi yang dibawa oleh para musafir dari India yang bernama Maha Resi Agastya. Sedangkan penyebaran Buddha di Indonesia dilakukan oleh bangsa Indonesia yang belajar di India dan menjadi Bikhsu.

Berikut kerjaan Hindu Buddha yang pernah berkuasa di Indonesia atau Nusantara:

1. Kerajaan Kutai

Berada di Hulu Sungai Mahakam, Kabupaten Muarakaman, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri pada abad ke-4.

Beberapa sumber sejarah menyatakan bahwa kerajaan ini pernah dipimpin 5 raja. Diantara raja yang pernah memimpin yakni Kudungga, Aswawarman dan Mulawarman (Raja Terbesar).

Peninggalan sejarah berupa prasasti bertulis dan berbentuk Yupa (tugu batu untuk menambatkan hewan kurban), dengan huruf Pallawa, Bahasa Sanskerta, Arca Bulus dan 12 batu dan kalung cina emas.

2. Kerajaan Tarumanegara

Dalam catatan sejarah, Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia dan terbesar di Nusantara pada masa jayanya.

Catatan pada prasasti sejarah peninggalan Tarumanegara di Kebon Kopi dan Ciaruteun menyebut kerajaan Tarumanegara berdiri pada abad 4 atau 5 masehi.

Kerajaan yang didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman memiliki daerah kekuasaan mulai dari Banten, Jakarta, hingga Cirebon.

Masa keemasan kerajaan Tarumanegara berada saat pemerintahan Purnawarman. Prasasti kerajaan Tarumanegara tersebar di Bogor (Muara Cianten, Jambu, Kebon Kopi, Ciaruteun, Pasir Awi), Jakarta (Tugu) dan Banten (Cidanghiang).

3. Kerajaan Kalinga

Pernah terbagi menjadi dua bagian yaitu Keling dan Medang, Kerajaan Kalingga merupakan kerajaan Budha pertama di pantai utara Pulau Jawa.

Berdiri pada abad ke-6 Masehi kerajaan ini juga dikenal sebagai Kerajaan Holing. Kerajaan ini muncul bersamaan dengan Kutai dan Tarumanegara.

Beberapa rajanya antara lain Raja Wasumurti, Raja Wasugeni, dan Raja Wasudewa. Beberapa peninggalan sejarah Kerajaan Kalingga ialah Prasasti Tukmas, Prasasti Upit, dan Candi Angin.

4. Kerajaan Mataram Hindu/Kuno

Kerajaan Hindu Buddha ini berkuasa pada abad ke 8 M di Jawa Tengah dan berpindah ke Jawa Timur pada abad ke 10 M. Pasalnya kerajaan ini berdiri sebagai penerus Kerajaan Kalingga.

Raja yang pernah berkuasa yakni Sanjaya/Rakai Pikatan, Pancapana/Rakai Panangkaran. Berdasarkan catatan sejarah, penduduk kerajaan ini beruntung di bidang pertanian, terutama padi dan bidang perdagangan maritim.

Bukti peninggalan sejarah kerajaan ini yakni Candi Borobudur, Prasasti Kedu, Prasasti Kalasan, Prasasti Canggal dan lain-lain.

5.Kerajaan Singsari

Kerajaan bercorak Hindu ini berada di Jawa Timur yang saat ini menjadi bagian wilayah Malang. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok pada 1222. Nama resmi Kerajaan Singasari yakni Kerajaan Tumapel.

Tokoh ternama dari kerajaan ini adalah Ken Arok, Ken Dedes, Kertanegara, Wisnuwardhana, dan Kertanegara. Masa jaya pemerintahan Singasari berada di bawah pimpinan Kertanegara dengan operasi militer ‘Ekspedisi Pamalayu’.

Singasari mengalami kehancuran akibat dua hal yaitu tekanan luar negeri dan pemberontokan dalam negeri yang dilakukan Jayakatwang.

Kerajaan Singasari mempunyai peninggalan yang cukup tersohor yaitu Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca. Selain itu terdapat prasasti Godang di Mojokerto yang ditemukan di sebuah sawah.

7. Kerajaan Majapahit

Berdiri pada abad 13 yang didirikan Raden Wijaya di wilayah Jawa Timur (1293-1527 M). Kerajaan ini merupakan kerajaan terakhir yang menjadi saksi sejarah kerajaan Hindu Buddha di Indonesia.

Majapahit mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah luas di Nusantara pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk (1350-1389).

Kerajaan ini runtuh karena Perang Paregreg yakni perang saudara yang memperebutkan tahta kerjaan antara Wikramawardhana (menantu Hayam Wuruk) dan Bre Wirabumi (putra Hayam Wuruk dari istri selirnya).

Peninggalan sejarah kerajaan ini adalah Candi Cetho, Candi Sumberjati, Candi Jabung, Candi Tikus, Kitan Negara Kertagama, Kitab Sutasoma yang berisi semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Cut Meutia (1870-1910) Pahlawan Perempuan Ahli Strategi Perang

Cut Meutia (1870-1910) Pahlawan Perempuan Ahli Strategi Perang

Cut Meutia (1870-1910) Pahlawan Perempuan, juga disebut Cut Nyak Meutia adalah puteri Teuku Ben Wawud, ulebalang Perak, Aceh. Ia lahir pada tahun 1870 yaitu 3 tahun sebelum perang Aceh Meletus.

Cut Meutia turut mempertaruhkan nyawanya demi mengusir penjajah Belanda. Bahkan, sejak kecil, ia sudah dididik untuk memahami soal agama dan ilmu berpedang.

Semasa hidup, Cut Meutia dikenal sebagai ahli pengatur strategi pertempuran. Taktiknya sering kali memporak-porandakan pertahanan militer Belanda.

Salah satu taktik yang pernah ia gunakan adalah taktik serang dan mundur, serta menggunakan prajurit memata-matai gerak gerik pasukan lawan. Meski sempat dibujuk untuk menyerah, Cut Meutia tetap memilih berperang.

Kehidupan

Cut Nyak Meutia atau Cut Meutia lahir di Aceh, 15 Februari 1870. Cut Meutia merupakan satu-satunya anak perempuan dari pasangan Teuku Ben Daud Pirak dan Cut Jah.

Orang tuanya merupakan keturunan Minangkabau asal Sijunjung, Sumatera Barat.

Waktu menjelang dewasa ia dipertunangkan dengan Teuku Syam Sareh, seorang dari 3 anak angkat Cut Nyak Aisah. Pertunagan ini ditetapkan oleh orang tua kedua belah pihak tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Meskipun kemudian mereka itu dikawinkan, namun Cut Meutia tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai seorang isteri. Oleh karenanya mereka bercerai.

Kemudian Cut Meutia menikah dengan adik Syam Sareh, yaitu Teuku Cut Muhammad yang kemudian bergelar Teuku Cik Tunong. Suami isteri ini dalam hidupnya Bersatu dengan perjuangan rakyat Aceh yang disebut rakyat muslimin untuk menentang penjajahan Belanda.

Bersama suami keduanya, pada 1899, Chik Muhammad memimpin serangan melawan Belanda. Awalnya, pasukan Belanda kebingungan harus berbuat apa. Namun, dua tahun berikutnya, Chik Muhammad bersama pasukannya tidak lagi bergerak.

Belanda mengira mereka sudah kehilangan semangat untuk melakukan perlawanan. Namun, pada 1901, Chik Muhammad kembali melakukan serangan mendadak dan berhasil menghancurkan pertahanan Belanda di sana.

Atas keberhasilannya ini, Teuku Chik Muhammad diangkat menjadi Bupati Keureutoe oleh Sultan Aceh. Pada 1905, Chik Muhammad ditangkap oleh Belanda. Ia dimasukkan ke dalam penjara dan ditembak mati oleh pasukan Belanda.

Setelah suami kedua meninggal, Cut Meutia menikah lagi dengan Pang Nanggroe. Dengan suami ketiganya ini akhirnya mereka melanjutkan melawan penjajahan Belanda.

Ia bersama Pang Nanggroe bergabung dengan pasukan lainnya di bawah pimpinan Teuku Muda Gantoe.

Cut Meutia dan Pang Naggroe saling bahu membahu melawan Belanda.

Perjuangan

Namun, di suatu pertempuran dengan Korps Marechausee, satuan militer bentukan kolonial Hindia Belanda, di Paya Ciem. Cut Meutia bersama para wanita lain melarikan diri ke hutan.

Pang Nanggroe yang tidak ikut mundur. Ia terus bertahan dengan maksud melindungi kaum Wanita jangan sampai menjadi perhatian dan serangan musuh.

Pasukan Marsose makin dekat, namun Pang Nanggroe tidak beranjak dari tempatnya berjuang. Akhirnya pada tanggal 26 September 1910 dari jarak yang amat dekat Pang Nanggroe ditembak musuh tepat pada dadanya.

Mengetahui hal tersebut, Cut Meutia bermufakat, lalu berangkat ke Gayo untuk menggabungkan diri dengan pasukan lain-lainnya.

Cut Meutia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melintasi hutan belantara.

Akhir Hidup

Di persimpangan Krueng Peutoe, yaitu di Alue Kurieng, rombongan itu berhenti untuk menanak nasi. Disanalah mereka dengan mendadak diserang oleh pasukan Christoffel.

Secepatnya pasukan muslimin yang sudah amat kecil kekuatannya itu siap menghadapi lawan. Pada pertempuran itulah Cut Meutia ditembak kakinya dan terus terduduk ditanah.

Cut Meutia tidak menyerah, bahkan dengan pedang terhunus ia terus mengadakan perawanan hingga ia terbunuh oleh musuh.

Sebelum gugur Cut Meutia sempat berpesan kepada Teuku Syekh Buwah yang berada didekatnya. Katanya dengan pendek, ‘’Selamatkanlah anakku, Raja Sabi. Aku serahkan dia ketanganmu’’.

Dan amanat itu dapat dilaksanakan dengan baik sehingga Teuku Raja Sabi, putra Cik Tunong dan Cut Meutia, selamat dan dapat mengalami kemerdekaan Indonesia.

Namun, dalam tahun 1946 ia mati terbunuh dalam apa yang disebut ‘’Revolusi sosial’’ di Sumatera Utara.

Pemerintah RI dengan SK Presiden RI No. 107/Tahun 1964 tanggal 2 Mei 1964 menganugerahi Cut Meutia gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Tuanku Imam Bonjol dan Kisah Perjuangannya di Perang Padri

Tuanku Imam Bonjol dan Kisah Perjuangannya di Perang Padri

Tuanku Imam Bonjol adalah seorang ulama, pemimpin, dan pejuang yang turut berperang melawan belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri tahun 1803-1838. Ia lahir di i Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1 Januari 1772. Dan wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotta, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864.

Putra dari pasangan Bayanuddin Shahab (ayah) dan Hamatun (ibu) ini, bernama asli Muhammad Shahab. Ayahnya, Khatib Bayanuddin Shahab, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang.

Kisah Tuanku Imam Bonjol di Perang Padri

Melansir dari laman resmi Kabupaten Banjarnegara, Tuanku Imam Bonjol adalah seorang pahlawan yang dikenal berjuang di Perang Padri. Perang tersebut terjadi selama 18 tahun dan meninggalkan luka bagi orang Minang dan Mandailing atau Batak pada umumnya.

Perang ini terjadi karena keinginan di kalangan pemimpin ulama di kerajaan Pagaruyung untuk menerapkan dan menjalankan syariat Islam sesuai dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah (Sunni) yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasullullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian pemimpin ulama yang tergabung dalam Harimau nan Salapan meminta Tuanku Lintau untuk mengajak Yang Dipertuan Pagaruyung beserta Kaum Adat untuk meninggalkan beberapa kebiasaan yang tidak sesuai dengan Islam (bid’ah).

Dalam beberapa perundingan tidak ada kata sepakat antara Kaum Padri (Penamaan bagi kaum ulama) dengan kaum adat. Seiring itu di beberapa nagari dalam kerajaan Pagaruyung bergejolak, dan pada akhirnya Kaum Padri di bawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang Pagaruyung pada tahun 1815, dan pecah pertempuran di Koto Tangah dekat Batu Sangkar. Sultan Arifin Muningsyah terpaksa melarikan diri dari ibukota kerajaan ke Lubuk Jambi.

Di tanggal 21 Februari 1821, kaum Adat kemudian bekerja sama dengan pemerintahan Hindia Belanda. Berperang melawan kaum Padri dalam perjanjian yang ditandatangani di Padang. Dari hasil perjanjian tersebut Belanda mendapatkan kompensasi atas penguasaan wilayah di pedalaman Minangkabau.

Akibat hasil perjanjian tersebut, pasukan padri melawan dengan tangguh. Kesulitan melawan pasukan Padri, Belanda melalui Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch mengajak pemimpin Kaum Padri yang waktu itu telah dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai dengan maklumat Perjanjian Masang pada tahun 1824.

Terjadi perubahan perang pada tahun 1833 dimana perang berubah menjadi antara kaum Adat dan kaum Paderi melawan Belanda. Kedua pihak bahu membahu melawan Belanda, Pihak-pihak yang semula bertentangan akhirnya bersatu melawan Belanda.

Semakin lama Belanda semakin kuat dalam Perang Padri hingga pada Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol menyerah kepada Belanda. Menyerahnya Imam Bonjol diikut serta dengan kesepakatan bahwa anaknya yang ikut bertempur selama ini, Naali Sutan Chaniago, diangkat sebagai pejabat kolonial Belanda.

Beliau dibuang ke Cianjur, kemudian dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotta, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu ia meninggal dunia pada tanggal 8 November 1864. Kemudian dimakamkan di tempat pengasingannya tersebut.

Atas jasa-jasanya dalam Perang Paderi, Tuanku Imam Bonjol diapresiasi atas jasa kepahlawanannya dalam melawan penjajahan. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia sejak tanggal 6 November 1973.

Sejarah, Kehidupan, Raja-raja, dan keruntuhan Dinasti Goryeo

Sejarah, Kehidupan, Raja-raja, dan keruntuhan Dinasti Goryeo

Dinasti Goryeo adalah dinasti yang didirikan oleh Wang Geon atau Raja Taejo di Songdo (sekarang Kaesong), Korea Selatan, pada tahun 918. Dinasti ini menggabungkan Tiga Kerajaan Akhir Korea dengan menguasai Silla dan menumbangkan Baekje Akhir (Hubaekje) pada 935.

Nama Goryeo, merupakan singkatan dari Goguryeo, nama dinasti yang berkuasa antara 37 SM – 667 M. Selama berkuasa hingga akhir abad ke-14, Dinasti Goryeo menghasilkan beberapa penemuan penting, seperti alat cetak pertama di dunia dan Tripitaka Koreana atau kitab suci Buddha yang diukir dalam 80.000 blok cetak kayu.

Sejarah Goryeo

Pada akhir abad ke-9, Silla dan Balhae sedang mengalami kekacauan akibat konflik internal kerajaan. Di Kerajaan Silla, terjadi perebutan takhta yang mengakibatkan guncangan politik dan meletusnya pemberontakan petani serta munculnya pemimpin pemberontakan di daerah-daerah.

Sedangkan Balhae menghadapi krisis dan tekanan dari Dinasti Liao, yang memimpin Kerajaan Khitan, dari wilayah sebelah utara China.

Pada akhirnya, Balhae berhasil dikuasai oleh Dinasti Liao. Adanya konflik di dua kerajaan itu pada abad ke-10, muncul gerakan kebangkitan dari bekas orang-orang Baekje dan Goguryeo. Gerakan itu yang kemudian mengantarkan pada periode Kerajaan Baru dalam sejarah Korea.

Salah satu pemimpin gerakan adalah seorang tokoh militer bernama Wang Geon, yang mendirikan kekuatan baru bernama Goryeo. Wang Geon kemudian mengikutsertakan para jenderal lain untuk berpartisipasi dalam politik pemerintahan.

Lahirnya Dinasti Goryeo pada 918 menandai akhir dari Periode Negara Selatan dan Utara, serta dimulainya unifikasi Korea yang sesungguhnya.

Kehidupan pada masa Goryeo

Setelah berdirinya Dinasti Goryeo, wilayah kerajaannya mengalami perkembangan. Masyarakat Goryeo adalah masyarakat pertanian yang kemudia mampu berproses dalam teknik pertaniannya.

Keterampilan bertani yang baru dan konstruksi saluran irigasi, memainkan peran penting dalam memajukan efisiensi dan produktivitas pertanian di wilayah Goryeo.

Konfusianisme, Buddhisme, dan Taoisme berpengaruh besar dalam kepercayaan masyarakatnya. Nilai konfusianisme berpengaruh dalam kehidupan politik Goryeo, sedangkan Taoisme dan Buddhisme berpengaruh dalam bentuk ritual dan penghormatan kepada leluhur.

Raja-raja Goryeo

  • Taejo (918–943)
  • Hyejong (943–945)
  • Jeongjong (945–949)
  • Gwangjong (949–975)
  • Gyeongjong (975–981)
  • Seongjong (981–997)
  • Mokjong (997–1009)
  • Hyeonjong (1009–1031)
  • Deokjong (1031–1034)
  • Jeongjong (1034–1046)
  • Munjong (1046–1083)
  • Sunjong (1083)
  • Seonjong (1083–1094)
  • Heonjong (1094–1095)
  • Sukjong (1095–1105)
  • Yejong (1105–1122)
  • Injong (1122–1146)
  • Uijong (1146–1170)
  • Myeongjong (1170–1197)
  • Sinjong (1197–1204)
  • Huijong (1204–1211)
  • Gangjong (1211–1213)
  • Gojong (1213–1259)
  • Wonjong (1259–1274)
  • Chungnyeol (1274–1308)
  • Chungseon (1308–1313)
  • Chungsuk (1313–1330; 1332–1339)
  • Chunghye (1330–1332; 1339–1344)
  • Chungmok (1344–1348)
  • Chungjeong (1348–1351)
  • Gongmin (1351–1374)
  • U (1374–1388)
  • Chang (1388–1389)
  • Gongyang (1389–1392)

Runtuhnya Goryeo

Selama berdiri hingga 1392, dinasti ini sudah terlibat dalam beberapa pergolakan dengan kekuatan besar. Misalnya pada 1231, Goryeo diserang oleh bangsa Mongol. Peperangan di antara keduanya berlangsung selama bertahun-tahun.

Menjelang akhir abad ke-14, Dinasti Goryeoruntuh seiring dengan terjadinya perang selama bertahun-tahun dan pendudukan kekaisaran Mongolia.

Selain itu munculnya Dinasti Ming di China memengaruhi situasi politik di Goryeo, yang pada akhirnya pecah menjadi dua kekuatan politik.
Kelompok reformis pertama dipimpin Jenderal Yi Seong Gye (didukung oleh Ming) dan kelompok kedua adalah Jenderal Choe (didukung oleh Yuan dari China).

Pada tahun 1388, Yi Seong Gye dan Jeong Do Jeon mengerahkan pasukan mereka dan melakukan kudeta. Ia mambunuh penguasa Goryeo, Raja U atau Woo, serta menyingkirkan Jeong Mung Ju, seorang pemimpin kelompok yang setia pada Goryeo. Dengan begitu, Dinasti Goryeo runtuh dan digantikan oleh Dinasti Joseon yang didirikan oleh Yi Seong Gye.

Laksamana Yi Sun-Shin: Laksamana Agung Bangsa Korea

Laksamana Yi Sun-Shin: Laksamana Agung Bangsa Korea

“Apabila kita dilahirkan di dunia, kita hanya ada dua pilihan. Sama ada melakukan yang terbaik untuk berkhidmat penuh setia demi negara sekiranya peluang itu dikurniakan di depan mata, atau hanya sekadar membajak di kebun.” (Yi Sun-Shin, tahun 1576)

Laksamana Yi Sun-Shin – Dedikasi yang ditunjukkan oleh lelaki ini terhadap negara yang dicintainya tiada tandingannya. Dan, pengorbanannya ini pun demi menjaga tanah air wajar di dendangkan.

Berikut adalah kisah tentang Yi Sun-Shin, laksamana agung Joseon yang penuh kaliber, taat dan berdedikasi dalam menjaga negaranya daripada ancaman penceroboh.

1. Masa Kecil

Yi lahir pada 28 April 1545 di Jalan Geoncheon-dong, Hanseong (kini Seoul, ibu kota Korea Selatan), dan berasal dari keluarga bangsawan Klan Deoksu Yi. Saat kecil, Yi sering bermain perang-perangan dengan anak sebayanya.

Dalam usia yang masih sangat belia, dia sudah menunjukkan talenta kepemimpinan mumpuni. Kemudian saat remaja, dia sudah bisa membentuk busur maupun anak panah sesuai dengan yang dikehendakinya. Yi juga menjadi siswa yang pintar di membaca dan menulis Hanmun.

2. Karir Militer

Pada 1576, Yi lulus dari gwageo atau ujian. Konon, dia memukau para pengujinya ketika ujian memanah. Namun, Yi mematahkan kakinya ketika mengikuti ujian kavaleri. Setelah lulus, Yi ditempatkan di Bukbyeong (Pasukan Garis Depan Utara) yang berlokasi di Provinsi Hamgyeong.

Saat itu, Yi merupakan perwira junior berusia 32 tahun. Meski begitu, dia telah menunjukkan kemampuan memimpin hebat ketika bertahan melawan kawanan perampok Jurchen.

Bahkan pada 1583, dia menangkap pemimpinnya, Mu Pai Nai. Sayangnya, kegemilangan Yi malah menimbulkan kecemburuan dari atasannya. Dipimpin Jenderal Yi Il, terdapat sebuah teori konspirasi yang menuduh Yi melakukan desersi. Yi segera dicopot dari pangkatnya, disiksa, dan kemudian dipenjara sebelum dibebaskan.

Bebas, dia masih diizinkan bergabung sebagai prajurit tamtama. Namun, kecemerlangan Yi membuatnya kembali naik pangkat. Dia dipromosikan sebagai Komandan Hunryeonwon (pusat pendidikan militer), kemudian dipindah sebagai hakim militer.

Performanya membuatnya diganjar promosi sebagai Komandan Provinsi Jeolla, Komandan Garnisun Wando, maupun Komandan Distrik Angkatan Laut Jeolla Kiri. Jabatan terakhir yang diembannya adalah komandan di Yeosu pada 13 Maret 1591. Meski tak punya dasar AL, Yi mampu membentuk armada tangguh yang dipakai membendung Jepang.

3. Invasi Jepang dan Kegemilangan Yi

Pada 23 Mei 1592, daimyo (tuan tanah besar) epang era Sengoku, Toyotomi Hideyoshi, mengerahkan bala tentaranya dan menghantam Semenanjung Korea.

Dan pada saat itu, sasarannya adalah Korea yang di perintah Dinasti Joseon dan China yang berada dalam kekuasaan Dinasti Ming. Korea berusaha membendung Jepang dengan kekuatan lautnya.

Disinilah nama Yi menjadi termasyhur. Dengan total, memenangkan 23 perang melawan AL Jepang. Di antara kisahnya yang terkenal adalah Perang Myeongnyang dan Pertempuran Pulau Hansan.

Ketika pasukan Toyotomi menyerang Busan, Yi segera memberangkatkan armadanya dari markas mereka di Yeosu. Meski berpengalaman dalam pertempuran laut, Yi memperoleh banyak kemenangan.

Di antaranya adalah pertempuran Okpo dan Pertempuran Sacheon yang membuat para jenderal Negeri “Matahari Terbit” mulai khawatir akan ancaman di perairan.

Hideyoshi kemudian menambah jumlah armada kapal perang menjadi 1.700 unit setelah gagal menyewa kapal galleon Portugis demi mengamankan dominasi laut.

Meski kalah jumlah, Yi tetap bisa mengusir AL Jepang. Terdaapt sejumlah alasan. Di antaranya Yi rajin mengecek kesiapan pasukannya dan melakukan perubahan sesuai kebutuhan.

Kemudian dia juga membangun Geobukseon atau Kapal Kura-kura. Dia juga pintar memanfaatkan kawasan pantai selatan Korea, laut pasang, hingga terusan sempit sebagai senjatanya.

Prestasinya itu pun membuatnya diganjar titel Samdo Sugun Tongjesa atau Komandan Angkatan Laut 3 Provinsi. Gelar yang dipakai para komandan AL Korea hingga 1896.

4. Pertempuran Noryang dan Kematian

Pada 15 Desember 1598, armada Jepang di bawah pimpinan Shimazu Yoshihiro Teluk Sachon yang berlokasi di timur Terusan Noryang. Kedatangannya sudah diketahui Yi.

Berbekal 82 Panokseon (kapal cepat), 8.000 pasukan, dibantu dengan 7.600 pasukan Ming dibawah kendali Laksamana Chen Lin, mereka pun menghantam Jepang.

Peperangan yang terjadi pada 16 Desember 1598 pukul 12.00 dini hari itu memberikan kemenangan bagi pasukan gabungan Joseon dan Ming, serta membuat Jepang mundur.

Saat Jepang mundur itulah, Yi memerintahkan pengejaran. Nahas, sebuah peluru yang ditembakkan pasukan Jepang mengenai ketiak kiri dan membuatnya menderita luka fatal.

“Perang ini tengah mencapai puncaknya. Tabuhlah genderang perangku, dan jangan sekali-kali mengabarkan kematianku,” begitulah ucapan dari Laksamana Yi sebelum meninggal.

Jenazah Yi sempat ditaruh di kabin kapal dengan Yi Wan, sang keponakan, mengenakan baju zirah pamannya dan menabuh genderang perang guna memberi semangat.

Jenazah sang panglima laut itu lalu dibawa ke kampung halamannya di Asan untuk dimakamkan di sebelah ayahnya, Yi Jeong. Kuil pun dibangun untuk menghormatinya.

Raja dan Ratu Dengan Masa Pemerintahan Terpanjang

Masa Pemerintahan Terpanjang – Monarki atau Kerajaan adalah salah satu bentuk pemerintahan yang ada di dunia. Dalam bentuk pemerintahan monarki, keapala negaranya bukanlah presiden, melainkan seorang raja.

Raja tersebut memerintah selama seumur hidup dan penguasa selanjutnya di tetapkan berdasarkan keturunan, seperti yang tertulis dalam buku Kewarganegaraan 5 yang disusun oleh Rachmat, Sukidjo dan Tukimo.

Dalam kaitannya, dalam sistem pemerintahan monarki, pemilihan umum tidak berlaku. Salah satu contoh kepala negara dari bentuk pemerintahan monarki adalah mendiang Ratu Elizabeth II yang menghembuskan nafas terakhirnya pada 8 September 2022.

Elizabeth II merupakan seorang Ratu dari kerajaan Inggris. Beliau memerintah dalam periode yang cukup panjang, yaitu 70 tahun dan 214 hari.

Selain Ratu Elizabeth II, terdapat sejumlah raja yang menjabat sebagai kepala negara dengan masa pemerintahan yang lama. Siapa saja? Dilansir dari World Atlas pada Rabu (21/9/2022). Berikut pembahasannya.

Raja dan Ratu dengan Masa Pemerintahan Terpanjang di Dunia

1. Raja Louis XIV – Prancis

Raja Louis XIV adalah seorang raja yang paling lama memerintah sepanjang sejarah. Ia menjabat sebagai raja selama 72 tahun dan 110 hari.

Louis XIV naik tahta di Prancis ketika usianya masih 4 tahun, tepat setelah kematian ayahnya yaitu Raja Louis XIII.

Meski resmi menjadi raja pada saat itu, ibunyalah yang mengatur jalannya pemerintahan. Dikarenakan Louis XIV masih terlalu kecil untuk memerintah.

Raja Louis XIV biasa disebut sebagai Raja Matahari atau King of the Sun, ia juga merupakan tokoh yang membangun istana Versailles.

2. Ratu Elizabeth II

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, Ratu Elizabeth II memerintah selama 70 tahun 214 hari. Sebenarnya, di kala itu dirinya tidak berada di garis untuk menjadi seorang raja yang berkuasa di Inggris.

Namun, terjadi sebuah insiden dimana pamannya, Raja Edward VIII tiba-tiba turun tahta pada tahun 1936 untuk menikahi Wallis Simpson.

Gereja Inggris dan Perdana Menteri kala itu menolaknya menikahi seorang janda. Setelah mengalami penurunan tahta, ayah Elizabeth II, Raja George VI di dorong menjadi seorang raja untuk menggantikan Raja Edward VIII. Ia menempatkan Ratu Elizabeth II untuk memerintah setelahnya.

Pada tahun 1952, Elizabeth II menerima mahkotanya di saat usia 25 tahun, ia terus memerintah hingga tahun 2022.

Ratu Elizabeth menjadi salah satu Ratu Inggris yang paling lama memerintah sepanjang sejarah. Semasa pemerintahannya, ia berhasil memimpin lebih dari 15 perdana menteri Inggria, dan bekerja dengan 14 presiden Amerika Serikat.

3. Rama IX – Thailand

Berikutnya adalah seorang raja yang berasal dari Dinasti Chakri, Thailand, yaitu Rama IX. Beliau memerintah sebagai kepala negara Thailand selama 70 tahun dan 126 hari.

Rama IX telah menyaksikan negaranya melalui berbagai krisis konstitusional, termasuk kudeta militer. Ia meninggal pada tahun 2016 dan digantikan oleh putranya, Rama X yang merupakan Raja Thailand saat ini.

4. Johan II – Liechtenstein

Raja dengan masa pemerintahan terpanjang selanjutnya adalah Johan II, seorang pangeran dari Liechtenstein, sebuah negara kecil yang berbatasan dengan Swiss dan Austria.

Johan II memerintah selama 70 tahun dan 91 hari, mulai dari tahun 1858-1929. Ia dikenal setelah menulis konstitusi pertama Liechtenstein dan menghapuskan militer negaranya untuk menghemat pengeluaran.

Sejak saat itu, hingga kini, negara tersebut menjadi salah satu negara yang tidak memiliki angkatan bersenjata sendiri.

Meski pemerintahannya panjang, Johan II tidak pernah menikah seumur hidupnya. Sehingga setelah kematiannya, posisi Johan II digantikan oleh saudaranya pada tahun 1929.

5. K’inich Janaab’ Pakal – Palenque

K’inich Janaab’ Pakal – Palenque merupakan seorang raja dari kota Maya Palenque yang sekarang dikenal sebagai Chiapas, Meksiko.

Raja K’inich Janaab’ Pakal menjadi seorang raja di tahun 617 dan memerintah selama 68 tahun 33 hari. Pakal membangun kuil prasasti yang merupakan piramuda berundak terbesar di Palanque.

Piramida tersebut dinilai penting karena sebagian besar teks hieroglif tersimpan di dalamnya dan menjadi sumber informasi sejarah Maya.

Itulah sejumlah raja dan ratu dengan masa pemerintahan terlama sepanjang sejarah. Semoga dapaat menambah wawasan kamu ya!

Keragaman Suku Bangsa Dan Budaya Di Indonesia

Keragaman Suku Bangsa Dan Budaya Di Indonesia

Keragaman Suku Di Indonesia – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keragaman suku bangsa dan budaya. Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik pada 2010, ada lebih dari 300 kelompok suku bangsa di Indonesia, yang jika dirinci terdapat sekitar 1.340 suku bangsa di Indonesia.

Budaya masyarakat merupakan tata cara kehidupan masyarakat sehari-hari. Budaya masyarakat dapat berupa cara berpakaian, cara bercocok tanam, atau cara bergaul dalam kehidupan sehari-hari.

Masing-masing budaya merupakan kebiasaan luhur yang dijunjung tinggi dan sangat dihormati oleh para pengikutnya. Dengan demikian, tidak perlu ada anggapan bahwa budaya tertentu lebih tinggi daripada budaya lainnya.

Keanekaragaman budaya merupakan salah satu kekayaan bangsa yang harus dilestarikan untuk kepentingan masyarakat secara bersama-sama. Adapun, disetiap suku bangsa di Indonesia memiliki budayanya masing-masing. Budaya tiap suku itu disebut sebagai budaya daerah yang memperkaya budaya nasional.

Apa itu Suku Bangsa?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebut bahwa suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain, berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khusunya bahasa.

Dalam konteks etnografi, suku bangsa juga bisa diidentifikasi dengan pendekatan lokasi atau wilayah tempat tinggal kelompok suku, misalnya suku Batak yang secara historis berasal dari Sumatera.

Nama Suku Bangsa di Indonesia

Meski terdapat ribuan suku bangsa, tapi Indonesia bukanlah negara dengan jumlah suku bangsa terbanyak di dunia, melainkan Papua Nugini.

Lantas apa saja nama suku bangsa di Indonesia?

  • Suku asal Aceh (Aceh/Achin/Akhir/Asji/A-Tse/Ureung Aceh, Alas, Aneuk Jamee, Gayo, Gayo Lut, Gayo Luwes, Gayo Serbe Jadi, Kluet, Sigulai, Simeulue, Singkil, Tamiang)
  • Suku Batak (Batak Angkola, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak Dairi, Batak Simalungun, Batak Tapanuli, Batak Toba, Dairi)
  • Suku Nias
  • Suku Madura
  • Suku Jawa (Jawa, Osing/Using, Tengger, Samin, Bawean/ Boyan, Naga, Nagaring)
  • Suku Sunda
  • Suku Gorontalo
  • Suku Betawi
  • Suku Bugis
  • Suku Minangkabau
  • Suku Bali (Bali/Bali Hindu, Bali Majapahit, Bali Aga)
  • Melayu (Melayu Asahan, Melayu Deli, Melayu Riau, Langkat/ Melayu Langkat, Melayu Banyu Asin, Asahan, Melayu, Melayu Lahat, Melayu semendo)

Dan masih banyak lagi suku lainnya.

Pakaian Adat

Masing-masing daerah atau provinsi memiliki pakaian adat yang berbeda-beda. Perbedaan pakaian adat tersebut menunjukkan kekayaan budaya di negeri kita.

Berikut ini adalah macam-macam pakaian adat dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia!

  • Naggroe Aceh Darussalam – Ulee Balang
  • Sumatera Utara – Ulos
  • Sumatera Barat – Bundo Kanduang
  • Sumatera Selatan – Aesan Gede
  • Jambi – Pakaian Melayu Jambi
  • Riau – Pakaian Adat Melayu
  • DKI Jakarta – Pakaian Adat Betawi
  • Jawa Tengah – Kebaya Jawa
  • Jawa Barat – Kebaya Sunda
  • Bali – Safari dan Kebaya
  • Nusa Tenggara Barat – Pakaian Adat Suku Sasak
  • Nusa Tenggara Timur – Pakaian Adat Rote
  • Sulawesi Barat – Lipa Saqbe Mandar
  • Maluku Utara – Manteren Lamo
  • Maluku – Cela
  • Papua Barat – Ewer
  • Papua – Koteka

Dan masih banyak pakaian adat lainnya.

Rumah Adat

Bentuk keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia selanjutnya adalah rumah adat. Rumah adat dimiliki oleh berbagai suku bangsa dan disesuaikan dengan fungsi dan keadaan geografis di daerah tersebut.

Berikut adalah nama-nama rumah adat yang ada di Indonesia!

  • Naggroe Aceh Darussalam – Rumah Krong Bade
  • Sumatera Selatan – Rumah Limas
  • Sumatera Selatan – Rumah Limas
  • Sumatera Utara – Rumah Bolon
  • Sumatera Barat – Rumah Gadang
  • Riau – Rumah Melayu Atap Limas Potong
  • Jambi – Rumah Panggung
  • Bengkulu – Rumah Bumbungan Lima
  • DKI Jakarta – Rumah Kebaya
  • Papua – Rumah Honai
  • Kalimantan Barat – Rumah Panjang

Dan masih banyak rumah adat lainnya.

Tarian Tradisional

Bentuk keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia selanjutnya adalah tarian tradisional. Setiap provinsi di Indonesia memiliki tarian tradisional yang memiliki ciri khas masing-masing.

Tari tradisional merupakan salah satu bentuk kebudayaan dibidang kesenian yang diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu dan dilestarikan secara turun temurun.

Berikut tarian tradisional dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia!

  • Naggroe Aceh Darussalam – Tari Saman
  • Sumatera Utara – Tari Serampang Dua Belas
  • Sumatera Barat – Tari Lilin
  • Sumatera Selatan – Tari Gending Sriwijaya
  • Riau – Tari Zapin
  • Jambi – Tari Sekapur Sirih
  • Bengkulu – Tari Andun
  • Lampung – Tari Melinting
  • Kepulauan Riau – Tari Joget Lambak
  • Bangka Belitung – Tari Campak
  • Banten – Tari Grebeg Terbang Gede
  • DKI Jakarta – Tari Cokek
  • Jawa Barat – Tari Jaipong
  • Jawa Tengah – Tari Jathilan
  • Kalimantan Selatan – Tari Sinoman Hadrah
  • Kalimantan Tengah – Tari Giring-giring
  • Kalimantan Utara – Tari Jepen
  • Bali – Tari Pendet
  • Nusa Tenggara Timur – Tari Randang Uma
  • Nusa Tenggara Barat – Tari Buja Kadanda
  • Gorontalo – Tari Tidi Lo Palopalo
  • Sulawesi Barat – Tari Sayo Sitendean
  • Sulawesi Tengah – Tari Pontano
  • Sulawesi Utara – Tari Saronde
  • Maluku Utara – Tari Soya-soya
  • Maluku – Tari Cakalele
  • Papua Barat – Tari Tumbu Tanah
  • Papua – Tari Selamat Datang

Dan masih banyak tari tradisional dari masing-masing daerah lainnya.

Arti Dan Penjelasan 5 Lambang Dalam Pancasila

Arti Dan Penjelasan 5 Lambang Dalam Pancasila

Arti Lambang Dalam Pancasila – Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia sekaligus ideologi bangsa. Memiliki simbol yang berbentuk burung Garuda lengkap dengan perisai dengan lima lambangnya. Masing-masing lambangnya pun merupakan lambang dari sila pancasila.

Tapi apakah kalian tahu arti lambang Pancasila di setiap silanya?

Lambang dalam sila Pancasila ini pun memiliki arti dan penjelasannya. Lambangnya yakni bintang, rantai, beringin, banteng, padi dan kapas.

Sultan Hamid II adalah perancang Pancasila. Yang pada saat itu ia menggambar seekor burung Garuda berwarna emas berkalung perisai yang di dalamnya berisi lima simbol Pancasila. Pada bagian kaki burung Garuda tersebut mencengkeram pita putih bertuliskan ‘Bhineka Tunggal Ika’.

Berikut ini penjelasan simbol dan lambang Pancasila dikutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

1. Bintang

Dalam Pancasila sila ke-1 dilambangkan dengan bintang kuning dengan lima sudut berlatar hitam yang lalu di letakkan di tengah-tengah sila lainnya.

Hal ini melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung maksud bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius yaitu bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Nilai yang terkandung dalam sila ke-1 ini adalah Negara melindungi kemerdekaan tiap-tiap penduduk Indonesia untuk memeluk agamanya masing-masing serta untuk beribadah menerut agama kepercayaanya.

Negara juga tidak memaksa atau membebaskan pemeluk agama sesuai dengan keyakinannya. Dan antar penganut pun harus saling menghormati.

2. Rantai

Pada sila ke-2, dilambangkan dengan rantai emas berlatar merah. Bunyi pada sila ke-2 Pancasila yakni ‘Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab’. Rantai tersebut berjumlah 17 dan saling berkaitan satu sama lain. Tersambungnya rantai tersebut melambangkan generasi penerus yang turun temurun.

Nilai yang terkandung dalam sila ke-2 ini adalah kesadaran bahwa manusia memiliki harkat, martabat, dan derajat yang sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sehingga di dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan sikap saling menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan membela kebenaran.

3. Pohon Beringin

Pohon Beringin dijadikan sebagai lambang untuk sila ke-3 yang berbunyi ‘Persatuan Indonesia’.  Melambangkan tempat berlingung yang teduh dan aman.

Nilai yang terkandung dalam sila ke-3 ini adalah “Nasionalisme adalah sikap cinta tanah air. Cinta tanah air juga berarti menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi. Keberagaman bangsa Indonesia dijadikan sebagai pendorong menuju arah bersatu sesuai dengan semboyan Bhinekka Tunggal Ika yaitu berbedabeda tetapi tetap satu jua”.

4. Kepala Banteng

Kepala Banteng merupakan simbol sila ke-4, terletak di bagian atas sebelah kiri gambar bintang. Yang berbunyi ‘Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan’. Kepala banteng diartikan sebagai tenaga rakyat.

Nilai yang terkandung dalam sila ke-4 ialah rakyat memegang kekuasaan tertinggi dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Rakyat melaksanakan kekuasannya tersebut melalui badan-badan tertentu atau wakil-wakil yang dipilih melalui Pemilu. Pengambilan keputusan harus dilakukan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

5. Padi dan kapas

Padi dan Kapas melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Simbol sila ke-5 yang berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia ini terletak di sebelah kanan bawah dari gambar bintang.

Nilai yang terkandung dalam sila ke-5 ialah bangsa Indonesia harus menyadari bahwa setiap warga memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadialn sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian arti lambang Pancasila pada setiap simbol silanya, mulai dari bintang hingga padi dan kapas.

Sejarah Singkat Hari Pendidikan Nasional

Sejarah Singkat Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional – Tanggal 2 Mei selalu di peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS).

Mengapa 2 Mei Diperingati Sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS)?

Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) adalah hari nasional yang ditetapkan pemerintah yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Tanggal ini di pilih karena sekaligus untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara sebagai tokoh pelopor pendidikan dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa di Indonesia.

Berkat jasa, perjuangan dan kepedulian Ki Hajar Dewantara kepada kualitas pendidikan Indonesia, hingga saat ini telah banyak anak-anak penerus bangsa yang bisa merasakan duduk di bangku sekolah.

Meskipun masih banyak sistem pendidikan di Indonesia yang harus dibenahi.

Berikut ini sejarah singkat hari Pendidikan Nasional yang penting untuk diketahui sebagai penghormatan terhadap pendidikan dan pahlawan nasional.

Sejarah Singkat Hari Pendidikan Nasional

Meskipun HARDIKNAS bukan hari libur nasional, tapi perayaan ini di rayakan di Indonesia secara luas di Indonesia.

Perayaannya biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait.

Ki Hadjar Dewantara berperan penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa yang menjadi tempat bagi penduduk pribumi biasa agar dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan pada masa penjajahan Belanda. Pendidikan adalah hal yang sangat langka dan hanya untuk orang terpandang (keluarga priyayi) dan orang asli Belanda yang diperbolehkan untuk mendapatkan pendidikan.

Beliau juga terkenal dengan tulisannya yang menyebabkan beliau sering terlibat dalam masalah dengan Belanda. Hal ini di karenakan tulisan beliau yang tajam dan kritikan yang di tujukan terhadap Belanda.

Tulisannya yang terkenal adalah Als Ik Eens Nederlander Was yang berarti Seandainya Saya Orang Belanda. Menurut beberapa sumber, artikel tersebut cukup membuat marah penguasa kolonial. Dan beliau pun akhirnya diasingkan ke Pulau Bangka oleh pihak Belanda.

Maka dari itu, untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan nasional, pemerintah Indonesia menetapkan hari lahir Ki Hajar Dewantara sebagai peringatan hari Pendidikan Nasional. Hari Nasional tersebut diputuskan berdasarkan Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Artikel Yang Di Tulis Ki Hajar Dewantara

Dikutip dari buku Cinta Pahlawan Nasional Indonesia oleh Pranadipta Mahawira, bunyi artikel tersebut yaitu:

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikit pun.”

Demikian tadi ulasan mengenai sejarah HARDIKNAS yang diperingati untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara dalan dunia pendidikan Indonesia. Semoga menambah wawasan dan rasa cinta kita terhadap bangsa.

Alasan Mengapa Semua Pelajar Perlu Kuliah Di Luar Negeri

Alasan Pelajar Perlu Kuliah Di Luar Negeri – Tahun 2020 lalu yang di sebabkan oleh pandemi covid-19 memang telah membawa banyak perubahan drastis bagi kita semua. Salah satunya adalah kita tidak di perbolehkan untuk keluar secara bebas. Yang kita lakukan tiap hari hanya berdiam diri di rumah agar dapat mencegah virus corona tidak semakin menyebar, wajar saja jika banyak orang merasa berbagai aspek hidup mereka telah menjadi stagnan.

Alasan Mengapa Semua Pelajar Perlu Kuliah Di Luar Negeri

Dan apabila salah satu dari kamu yang merasa pandemi Covid-19 telah membuat perjalanan studimu seperti jalan di tempat, ada baiknya kamu mulai mengambil langkah maju dengan merencanakan studi di luar negeri.

Pandemi ini telah membuat perjalan ke luar negeri lebih sulit, namun sebenarnya masih ada banyak alasan untuk merencanakan kuliah ke luar negeri. Belum percaya? Coba baca 10 alasan berikut tentang mengapa kamu perlu sekolah / kuliah di mancanegara.

1. Mendapatkan Pendidikan Berkualitas Tinggi

Saat merencanakan studi, tujuan utamamu pasti untuk mendapatkan kualitas dan fasilitas pendidikan terbaik. Seringkali pilihan jurusan dan universitas terbaik yang sesuai dengan kriteria ini akan ada di luar negeri.

Contohnya, Inggris, AS dan Australia memiliki sistem pendidikan tinggi yang dikagumi oleh dunia dan sebagian besar universitas-universitas internasional berperingkat tinggi ada di 3 negara ini.

Negara-negara tersebut juga memiliki berbagai universitas yang berpengalaman dalam masalah perkuliahan online, jadi tidak perlu khawatir jika belum bisa berpergian ke luar negeri untuk mengikuti perkuliahan tatap muka di kampus.

2. Mempelajari Berbagai Perspektif Baru

Tiap negara memiliki budaya dan caranya tersendiri untuk berinteraksi dengan dunia luas. Jadi belajar di luar negeri dapat memberikanmu kesempatan unik untuk mempelajari berbagai hal melalui perspektif budaya negara tujuanmu.

Kamu juga dapat berinteraksi dengan mahasiswa internasional dari negara-negara lain yang pasti memiliki sudut pandang baru yang belum pernah kamu dengar sebelumnya. Semua perspektif baru ini bisa membantumu melakukan evaluasi mandiri mengenai pola pikirmu selama ini dan mengasahnya menjadi lebih baik.

3. Memperluas Jejaring Internasional

Dengan kuliah di luar negeri, secara otomatis kamu akan menjadi bagian dari komunitas mahasiswa internasional di universitas pilihanmu. Tak perlu khawatir tidak akan memiliki teman, karena akan ada banyak acara-acara sosial yang bertujuan membantu mahasiswa internasional menjalin pertemanan dan jejaring baru.

Walaupun kebanyakan mahasiswa internasional akan kembali ke negara asalnya setelah lulus, mereka biasanya tetap berhubungan dengan teman-teman kuliah untuk seterusnya. Ini berarti kamu bisa mendapatkan berbagai berita terbaru dan peluang karir internasional dari teman-teman kuliahmu di luar negeri.

4. Mengembangkan Penguasaan Bahasa Asing

Penguasaan bahasa asing adalah salah satu keterampilan yang paling banyak dicari pemberi kerja. Dengan kuliah di luar negeri, kamu berkesempatan mengembangkan pemahamanmu mengenai bahasa negara tujuanmu.

Kamu mungkin sudah pernah mengambil kursus bahasa asing di Indonesia, tapi kuliah di negara asal bahasa tersebut akan membantumu mendalami bahasa itu dengan lebih menyeluruh. Beragam universitas internasional bahkan memiliki program bahasa khusus untuk membantu mahasiswa internasional menguasai bahasa setempat sebelum mereka memulai perkuliahan.

5. Meraih Pengalaman Kerja Di Mancanegara

Bekerja di luar negeri adalah hal yang tak hanya memperkaya CV / resume saja, namun memberikanmu pengalaman yang berharga. Banyak negara memiliki visa kerja pasca-studi yang khusus diberikan kepada mahasiswa internasional yang kuliah di negara tersebut.

6. Kesempatan Mendapatkan Status Permanent Resident Di Luar Negeri

Dengan kuliah di luar negeri, kamu akan mendapatkan prioritas utama saat melamar pekerjaan di berbagai industri esensial. Setelah bekerja beberapa tahun, kamu juga bisa mengajukan status permanent resident.

Salah satu negara yang memiliki kebijakan seperti ini adalah Kanada. Setelah lulus, mahasiswa internasional di Kanada bisa mendapatkan PGWP (Post-Graduation Work Permit) yang berlaku hingga 3 tahun.

Untuk menanggapi pandemi Covid-19, Pemerintah Kanada juga telah mengeluarkan kebijakan perpanjangan PGWP agar para mahasiswa internasional yang telah lulus bisa memasuki industri-industri yang kekurangan tenaga kerja. Setelah mendapatkan pengalaman kerja yang cukup, mereka bisa mengajukan status permanent resident.

5 Universitas Negeri Amerika yang Bisa Jadi Pilihan

5 Universitas Negeri Amerika yang Bisa Jadi Pilihan – Banyak universitas di Amerika yang terkenal karena kualitasnya yang mumpuni.  Universitas swasta maupun universitas negri, keduanya memiliki reputasi yang sangat baik. Sejumlah universitas negeri ini menawarkan pendidikan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau.

Universitas-universitas ini berlokasi di seluruh negeri dan hampir semua universitas negeri memiliki biaya yang lebih murah daripada swasta.  Alumni yang memiliki karir yang sangat baik di sejumlah universitas ini juga memiliki alumni yang cukup banyak dan kebanyakan dari mereka memiliki karir yang sangat baik.

Sebagai salah satu tujuan popular untuk berkuliah, Amerika menawarkan deretan universitas negeri yang tak kalah mumpuni dari universitas swasta. Jika di sandingkan dengan universitas bergengsi lainnya, reputasi dan kualitas pendidikannya sangatlah layak.

5 Universitas Negeri Amerika yang Bisa Jadi Pilihan

1. University of California–Los Angeles (UCLA)

University of California—Los Angeles adalah institusi publik yang telah berdiri sejak 1919. Universitas ini memiliki total pendaftaran sarjana lebih dari 31 ribu, dan ukuran kampusnya adalah 419 hektar.

Biaya kuliah di universitas ini berkisar antara $42.980 untuk pelajar internasional. Telah lama berdiri, universitas ini cukup mumpuni dalam hal kualitas pembelajaran dan reputasi akademiknya.

2. University of California—Berkeley

University of California—Berkeley adalah institusi publik yang didirikan pada tahun 1868. Kampus ini memiliki total pendaftaran sarjana 31.780 dengan ukuran kampus sekitar 1.232 hektar.

Kampus ini menggunakan kalender akademik berbasis semester. Dalam Best Colleges 2021, kampus ini berada di peringkat ke-22. Biaya kuliah di kampus ini sekitar $43.980 untuk pelajar internasional.

3. University of Michigan–Ann Arbor

University of Michigan—Ann Arbor adalah institusi publik yang telah berdiri mulai tahun 1817. Universitas ini memiliki total pendaftaran sarjana hingga 31.266. Ukuran kampusnya berkisar 3 ribu hektar.

Menggunakan kalender akademik berbasis trimester, kampus ini telah memiliki reputasi akademik yang terbilang cukup bagus. Dalam Best Colleger 2021, kampus ini berada di peringkat ke-24. Biaya kuliah berkisar $52.266 untuk pelajar internasional.

4. University of Virginia

Kampus yang didirikan oleh Thomas Jefferson ini adalah lembaga publik yang telah ada pada tahun 1819 dan terletak di Charlottesville. Universitas ini memiliki total pendaftaran sarjana 17.011. Kampus ini terletak di pinggiran kota dengan ukuran kampus adalah 1.682 hektar.

Pembelajarannya menggunakan kalender akademik berbasis semester. Biaya kuliah yang diperlukan berkisar $52.957.

5. University of North Carolina—Chapel Hill

University of North Carolina—Chapel Hill adalah institusi publik yang telah ada pada 1789. Kampus ini memiliki ukuran sekitar 729 hektar yang berlokasi di pinggiran kota. Kampus ini juga terkenal sebagai UNC dan menawarkan berbagai macam kegiatan mahasiswa.

Sistem pembelajaran menggunakan kalender akademik berbasis semester. Biaya kuliah rata-rata menghabiskan dana sekitar $36.200 per tahunnya.

Selain dari lima universitas ini, masih ada beberapa universitas negeri Amerika yang bisa jadi pilihan. Kamu boleh saja memilih satu universitas terbaik yang sesuai dengan minat kamu.

Apa itu TOPIK Bahasa Korea? Simak fungsi dan Kelengkapannya

Apa itu TOPIK Bahasa Korea?  Simak Fungsi dan Kelengkapannya – Setiap bahasa asing memiliki ujian kecakapan masing-masing, seperti TOEFL untuk bahasa Inggris, JLPT untuk bahasa Jepang, dan HSK untuk bahasa Mandarin. Mungkin beberapa dari kalian belum tahu bahwa bahasa Korea juga memiliki tes kecakapan yang disebut tes TOPIK (Test of Proficiency In Korean). Tes TOPIK juga menjadi salah satu syarat wajib yang perlu dipenuhi untuk tujuan tertentu di Korea.

Apakah kamu pencinta K-Pop atau K-Drama yang punya rencana untuk melanjutkan studi atau bekerja di negeri gingseng? Nah, artikel kali ini akan mengajak kamu untuk berkenalan dengan tes bahasa Korea TOPIK dan seluk-beluknya. Check it out!

Apa itu TOPIK Bahasa Korea? Simak fungsi dan Kelengkapannya

TOPIK adalah sebuah singkatan dalam bahasa Inggris yaitu Test of Proficiency In Korean atau Tes Kemahiran Berbahasa Korea. Ujian ini digunakan untuk mengukur tingkat kecakapan atau kemahiran berbahasa Korea bagi yang bukan penutur asli. Keterampilan yang diujikan berupa menulis (쓰기 sseugi), membaca (읽기 ilgi), dan mendengar (듣기 deudgi).

TOPIK diselenggarakan oleh Lembaga Nasional Pendidikan Internasional (NIIED), yaitu salah satu bagian dari Kementrian Pendidikan di Korea. Ujiannya dilaksanakan enam kali dalam setahun, namun di Indonesia hanya diadakan dua kali disetiap bulan April dan Oktober. Tetapi sangat di sayangkan karena lokasi ujian TOPIK di Indonesia hanya ada di beberapa kota saja, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.

Penggunaan TOPIK

Hasil tes TOPIK dapat digunakan untuk menetap baik sementara maupun permanen di Korea Selatan untuk berbagai kebutuhan.

  • Mendaftar sebagai mahasiswa asing di universitas di Korea Selatan.
  • Mendapatkan visa kerja untuk perusahaan lokal Korea Selatan.
  • Mendaftar tes Kualifikasi Pengajaran Bahasa Korea (level 2 dan 3) dan perolehan sertifikat.
  • Mendaftar izin tinggal secara permanen.
  • Mendapatkan pengakuan lisensi praktisi domestik untuk orang asing dengan kualifikasi dokter medis.
  • Untuk mendapatkan visa imigran berdasarkan pernikahan.

Level Ujian TOPIK

Berdasarkan level kemampuannya, TOPIK dibagi menjadi enam level yang terbagi dalam dua tingkatan ujian yaitu TOPIK I dan TOPIK II.

TOPIK I (Level 1–2)

Ujian TOPIK I ditujukan untuk pembelajar bahasa Korea pemula yang terdiri dari level 1 dan 2. Secara harfiah, kedua level ini memiliki kompetensi yang berbeda, namun masih dalam ruang lingkup penggunaan bahasa Korea dalam percakapan sehari-hari. Dikarenakan ujian ini untuk pemula, tes TOPIK I hanya terdiri dari dua sesi, yaitu membaca dan mendengarkan.

TOPIK II (Level 3–6)

Ujian ini ditujukan untuk penutur bahasa Korea dengan kemampuan menengah (intermediate) hingga yang sudah mahir (advanced). Dalam ujian TOPIK II, ada 3 level yang masing-masingnya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Sesi ujian TOPIK II pun lebih kompleks karena terdiri dari sesi membaca, mendengarkan, dan menulis.

Pendaftaran dan Biaya Tes TOPIK

TOPIK hanya diselenggarakan di bulan April dan Oktober saja di tiap tahunnya. Untuk tanggal pastinya, kamu bisa menunggu informasi lebih lanjut.

Untuk biaya pendaftaran, akan dikenai biaya Rp300.000 hingga Rp450.000 tergantung dari jenis tes TOPIK apa yang diambil. Dan hal yang perlu kamu ketahui lagi adalah tes TOPIK sangatlah terbatas. Hanya tersedia 100 hingga 150 kursi saja tiap tesnya.

Kamu juga perlu mempersiapkan diri yang matang terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan sebelum mengikuti ujian ini. Agar kesempatan kamu tidak sia-sia, kamu bisa banget mengambil kursus bahasa Korea. Segera daftarkan dirimu!

Mengenal JLPT Kunci Untuk Mendapatkan Beasiswa Jepang

Mengenal JLPT – JLPT (Japanese Language Proficiency Test) adalah seperti TOEFL atau IELTS. Yang membedakannya adalah ujian JLPT ini untuk mengukur kelancaran berbahasa Jepang.

Dalam Bahasa Indonesia, ujian ini dikenal dengan istilah UKBJ (Uji Kompetensi Bahasa Jepang). Dan dalam Bahasa Jepang sendiri disebut dengan 日本語能力試験 ‘nihongo nouryoku shiken’.

Ujian ini diatur oleh Japan Foundation, dan hanya diadakan 2 kali dalam setahun: di bulan Juli dan Desember. Tetapi hanya di lokasi tertentu saja seperti Jakarta, Surabaya, Malang dan Semarang yang mengadakan ujian 2 kali dalam setahun. Lokasi lainnya hanya mengadakan tes di bulan Desember.

Ujian ini dibagi menjadi 5 tingkatan. Dimana tingkat paling mudah adalah N5 hingga tingkat paling susah N1.

Mengenal JLPT Kunci Untuk Mendapatkan Beasiswa Jepang

JLPT Level N5

  • Mampu menguasai/membaca 100 kanji
  • Mampu menguasai 800 kosakata
  • Mampu memahami kalimat standar jika ditulis dengan hiragana atau kanji sederhana.

N4

  • Mampu menguasai/membaca 300 kanji
  • Mampu menguasai sekitar 1500 kosakata
  • Mampu memahami percakapan sehari-hari jika diucapkan lambat serta dapat membaca materi sederhana

N3

  • Mampu menguasai/membaca 650 kanji
  •  Mampu menguasai 3750 kosakata
  • Mampu memahami artikel Bahasa Jepang yang ditulis dengan kanji yang mudah serta dapat mengikuti pembicaraan Orang Jepang dengan kecepatan normal.

 N2

  •  Mampu menguasai/membaca 1000 kanji
  •  Mampu menguasai 6000 kosakata
  •  Mampu memahami artikel dengan topik umum serta mengerti percakapan dan berita dengan kecepatan normal

N1

  • Mampu menguasai/membaca 2000 kanji
  • Mampu menguasai 10000 kosakata
  • Mampu memahami berbagai macam percakapan dalam situasi tertentu serta dapat memahami perbedaan nuansa dalam suatu pola kalimat jika menggunakan kosakata tertentu.

Bedanya dengan TOEFL & IELTS, JLPT tidak memiliki bagian speaking/wawancara. Semua soal ujian dalam bentuk pilihan ganda.

Bagi yang berminat menempuh test JLPT, tidak ada keharusan untuk mengikuti tes dari level paling bawah. Jadi sebaiknya langsung dipersiapkan dengan matang dan targetkan untuk mengikuti level 3.

Hal yang perlu kamu keketahui adalah gap antara level 3 dan level 2 sangatlah jauh.  Walau sudah mengerti percakapan dalam drama Jepang dan lirik dalam lagu Jepang, belum tentu bisa lolos level 2. Karena tata bahasa yang digunakan di level 2 tidak umum digunakan sebagai percakapan informal sehari-hari.

KEGUNAAN SERTIFIKAT JLPT

Pada umumnya kegunaan sertifikat JLPT ini dapat digunakan sebagai persyaratan beasiswa study ke Jepang Monbukagakusho (MEXT). Salah satu persyaratan untuk masuk universitas di Jepang menggunakan biaya pribadi serta sebagai syarat untuk melamar kerja di perusahaan Jepang.

BIAYA PENDAFTARAN

Biaya pendaftaran per tahun 2017 adalah sebagai berikut:

N1 Rp 190.000,-
N2 Rp 160.000,-
N3 Rp 140.000,-
N4 Rp 120.000
N5 Rp 110.000,-

Untuk informasi dan harga terbaru, silahkan menghubungi tempat pendaftaran.